Fisika
merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam eksakta (Natural
Sciences). Adalah Aristoteles (384-322 sebelum Masehi) yang diduga pertama kali
memperkenalkan istilah ini melalui karyanya Physika (Ilmu Alam). Berbeda dengan
awal masa sejarah dan masa pertengahan, kajian fisika pada masa kini bertumpu
pada metoda ilmiah (scientific method) dan tidak lagi sekedar berdasar pada
filsafat murni, yakni misalnya dengan pertanyaan dari mana, untuk apa, mengapa
begini dan bukan begitu dan seterusnya. Hingga pada abad ke 18 ilmu fisika
meliputi ilmu alam yang wilayah cakupannya lebih luas daripada apa yang ada
sekarang; yakni meliputi bidang astronomi, astrologi, biologi, kesehatan,
meteorologi dan bidang lainnya. Sedangkan kini bidang kajian fisika semakin
menyempit, seperti misalnya bidang mekanika, balistik dan optika geometri yang
telah mulai dipelajari secara intensif dalam bidang matematika.
Fisika
meneliti dan mengkaji fenomena alam tidak hidup. Bidang ini membatasi dirinya
pada proses yang dapat diamati dan dapat dihasilkan ulang, serta
menganalisisnya melalui sekumpulan istilah. Istilah-istilah ini seperti
misalnya panjang, waktu, massa, muatan listrik dan medan magnet didefinisikan
secara jelas dan tegas serta dituliskan secara kuantitatif melalui angka dan
satuan. Ilmu fisika melakukan formulasi hukum dengan bantuan istilah tersebut
serta mencari bentuk matematisnya. Secara mekanisme, prosesnya bermula dengan
uji eksperimen, untuk membuktikan apakah hukum tersebut dapat dibuktikan. Hukum
yang diperoleh dan telah dibuktikan tersebut, kemudian memungkinkan orang untuk
melakukan prediksi atau perkiraan kuantitatif suatu proses fisika.
Pada
beberapa bidang dalam ilmu fisika dapat diamati adanya batas yang tidak jelas
dengan bidang ilmu lain. Karakter transisi lalu muncul dan tampak pada nama
yang diberikan pada bidang tersebut. Contohnya adalah biofisika, kimia fisika,
fisika molekuler, astrofisika dan fisika ekstraterestial. Hingga kini terdapat
beberapa penemuan mengagumkan telah diperoleh dalam bidang transisi ini.
Menurut sejarah perkembangan dan penemuannya ada dua bagian dalam ilmu fisika
yaitu fisika klasik dan fisika modern.
Dalam
fisika klasik, fenonema alam dilukiskan secara konkrit melalui logika
"naif" dan "rasio akal sehat". Bidang ini mencakup mekanika
Newton, teori elektronmagnetik Maxwell, optika geometri, optika gelombang dan
sebagian termodinamika. Dalam fisika klasik, kecepatan pertikel yang diteliti
dianggap sangat kecil dibanting kecepatan cahaya, dan selain itu besaran aksi
dan energinya sangat besar dibanding bilangan kuantum Planck. Awal sejarah
fisika modern secara umum ditandai pada tahun 1900 saat Max Planck
mempublikasikan teori kuantumnya. Teori kuntum ini tidak dilukiskan secara
konkrit. Interpretasi naif dari ruang dan waktu tidak lagi berlaku. Wilayah
kajian fisika modern meliputi mekanika kuantum, teori relatifitas, fisika atom,
fisika inti dan fisika partikel elementer serta optika elektron.
Batas
pemisah kedua bagian fisika ini tidak cukup tajam, misalnya karena dalam
wilayah fisika klasik terdapat masalah yang hanya dapat diselesaikan dengan
metode fisika modern. Di lain pihak beberapa gejala dalam fisika modern dapat
dimengerti secara klasik. Sehingga berlaku bahwa fisika klasik adalah kasus
khusus dari fisika modern. Contohnya adalah prinsip relatifitas Einstein yang
modern melingkupi mekanika klasik. Prinsip relatifitas klasik adalah kasus
khusus untuk kecepatan yang nilainya sangat kecil dibandingkan kecepatan
cahaya.
Peningkatan
kuantitas pengetahuan fisika selama 20 tahun terakhir telah mengakibatkan
pertambahan jumlah bidang dalam fisika. Meski hukum Newton terdapat pada
seluruh bidang fisika dan membuat formulasi dalam beberapa bidang, hal itu
tidak mungkin lagi dilakukan kini. Spesialisasi dalam bidang berlangsung pesat,
sehingga seorang fisikawan atom hampir tidak punya lagi titik kesamaan dengan
seorang ahli termodinamika misalnya. Juga didalam bidang tertentu, berlansung
spesialisasi bidang dengan pesat dan seiring dengan hal itu jumlah publikasi
meningkat pesat. Contohnya adalah jurnal INIS indeks atom yang mempublikasi
rangkuman singkat dan indeks dari karya orijinal pada bidang fisika atom inti
dan radiasi. Dibanding pada tahun 1976 jumlah publikasi majalah ini adalah 26.000
setahun, maka pada tahun 1994 jumlahnya diatas 90.000.
Saat
ini dipublikasikan oleh lebih dari 10.000 jurnal dan majalah hasil penelitian
dari beberapa ribu laboratorim dan institut. Pertumbuhan publikasi rata-rata
sekitar 4-6% setahun. Tanpa komputer adalah tidak mungkin untuk dapat menemukan
publikasi ilmiah dari masalah fisika tertentu di tengah "banjir
publikasi". Ada dua fisikawan yang berperan penting dalam pengembagan
pilar utama fisika yaitu Galileo Galilei (1564-1642) sebagai pendiri fisika eksperimental
modern dan Isaac Newton (1643-1727) yang mengembangkan pemodelan dalam fisika
dengan bantuan matematika.
keren pak lek :p
BalasHapushahahaha :D
BalasHapusterima kasih :D
BalasHapus