Struktur
Kristal
Dalam
pembahasan semikonduktor, kita tidak lepas dengan pembicaraan utama mengenai
bahan padat. Bahan padat pada dasarnya adalah terusun atas atom-atom, ion-ion,
atau molekul-molekul yang letaknya berdekatan dan tersusun teratur membentuk
suatu struktur tertentu (struktur
kristal). Perbedaan sifat pada zat padat ( misal : konduktor, isolator, semikonduktor atau superkonduktor)
disebabkan oleh perbedaan gaya ikat diantara atom-atom, ion-ion, atau
molekul-molekul tersebut. Semua ikatan dalam bahan padat melibatkan gaya
listrik, dan perbedaan utama diantara ikatan tersebut tergantung pada jumlah
elektron terluar.
Berdasarkan
struktur partikel (atom, ion, atu molekul) penyusun-nya , bahan padat dibagi
menjadi dua jenis yaitu bahan padat
kristal dan bahan padat amorf. Bahan
padat kristal adalah bahan padat yang struktur partikel penyusunnya
memiliki keteraturan panjang dan
berulang secara periodik. Bahan padat amorf
adalah bahan padat yang struktur
partikel penyusunya memiliki keteraturan yang pendek. Khusus untuk bahan
semikonduktor ada dua jenis, yakni yang berstruktur kristal (misal : Silicon, Germanium, Gallium
Arsenid, dsb.). dan berstruktur amorf (misal
: Amorphous silicon).
Gambar 1 Struktur kristal Si ( Silikon )
(a)
Struktur kristal diamond
(b)
Ikatan tetrahedron
(c)
Ikatan tetrahedron 2 dimensi
Bahan semikonduktor silikon adalah bahan
semikonduktor yang paling melimpah tersedia di bumi, yang terbuat dari bahan
dasar silika . Dan saat ini telah dikembangkan dengan pesat industri
semikonduktor silicon, dan telah menjadi pioner pengembangan teknologi tinggi (high-technology), disamping
semikonduktor berbasis silikon, masih banyak lagi bahan lain seperti germanium
(Ge) , galium arsenet (GaAs) atau bahan paduan lain (lihat ditabel 1) yang juga
mempunyai sifat optik dan listrik yang unggul.
Selanjutnya IkatanValensi
Komentar
Posting Komentar