IPA, TEKNOLOGI, DAN - KELANGSUNGAN HIDUP MANUSIA
Mahluk
hidup selalu berusaha untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Untuk dapat mempertahankan
kelangsungan hidup secara hayati, manusia haruslah mendapatkan air, udara dan
pangan dalam kuantitas dan mutu tertentu. Kebutuhan dasar mi bersifat mutlak.
Kecuali itu is harus terlindung dari serangan organisme yang
berbahaya, yaitu hewan buas, patogen, parasit dan vektor penyakit. Juga hares dapat
mempunyai keturunan untuk menjaga kelangsungari hidupnya
Sebagai mahluk hidup;
manusia tidak cukup sekedar hidup secara hayati, melainkan
karena kebudayaannya is hares hidup secara manusiawi. Misainya, pangan tidak cukup sekedar
memenuhi kebutuhan tubuh, melainkan hams disajikan dalam rasa, wama dan bentuk yang
menarik.
karena kebudayaannya is hares hidup secara manusiawi. Misainya, pangan tidak cukup sekedar
memenuhi kebutuhan tubuh, melainkan hams disajikan dalam rasa, wama dan bentuk yang
menarik.
Kebutuhan
dasar untuk hidup yang manusiawi sebagian bersifat material, sebagianlagi bersifat
non-material. Kebutuhan dasar yang bersifat non-material ini berkembang sangat kuat pada manusia dan membuatnya berbeda dengan
hewan. Kebutuhan dasar ini misalnya perlindungan
hukum yang adii, pendidikan, pakaian, rumah dan energi.
A. SUMBER DAYA ENERGI NON KONVENSIONAL
Selama
lebih Bari 10.000 tahun, sebagian besar manusia di Bumi hidup dalam lapangan non-industri, yaitu
di lapangan pertanian. Sekarang ini jutaan prang hidup dalam berbagai lapangan
pekerjaan. Sumber energi utama bagi masyarakat pertanian adalah kayu. smar matahari,
aliran sungai, kekuatan otot manusia, dan hewan pekerja. Sumber energi im dapat
dipetbahami (renewable).
Kemudian mulai 200 tahun yang lalu, setelah dimulainya revolusi industri, orang mulai menggunakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Sumber energi tak terbaharui yang penting adalah bahan bakar fosil, batubara, gas alam dan minyak bumi. Masyarakat industri menggunakan energi jauh lebih dari separuh jumlah penduduk di Bumi menggantungkan kebutuhan energinya pada bahan bakar fosil.
Bahan
bakar fosil ini merupakan sumber daya energi yang konvensional dan tidak
terbahanii Berta jumlahnya terbatas, sehingga suatu saat pasti akan habis. Kekuatan ekonomi, kecemasan terhadap lingkungan dan kemajuan teknologi telah Pula menyebabkan orang mulai mencari pengganti sumber energi tak menyebabkan orang mulai mencari pengganti sumber energi tak terbaharui yang konvensional. Oleh karena itu untuk mempertahankan eksistensi
manusia di Bumi ini, hares dicari sumber daya energi altematif pengganti bahan bakar fosil.
Tetapi hares diingat bahwa sumber daya energi alternatif ini hates dapat digunakan dalam
skala besar dan tidak mengeluarkan polusi terlalu banyak atau bahkan tidak menimbulkan
polusi sama sekali.
terbahanii Berta jumlahnya terbatas, sehingga suatu saat pasti akan habis. Kekuatan ekonomi, kecemasan terhadap lingkungan dan kemajuan teknologi telah Pula menyebabkan orang mulai mencari pengganti sumber energi tak menyebabkan orang mulai mencari pengganti sumber energi tak terbaharui yang konvensional. Oleh karena itu untuk mempertahankan eksistensi
manusia di Bumi ini, hares dicari sumber daya energi altematif pengganti bahan bakar fosil.
Tetapi hares diingat bahwa sumber daya energi alternatif ini hates dapat digunakan dalam
skala besar dan tidak mengeluarkan polusi terlalu banyak atau bahkan tidak menimbulkan
polusi sama sekali.
Sumber
daya energi nonkonvensional yang dapat digunakan sebagai altematif pengganti bahan
bakar fosil adalah :
1. Energi Matahari
Pemanfaatan
energi matahari yang berasal dari pancaran sinar matahan secara langsung ke
Bumi ini dapat dilakukan dengan beberapa cars, yaitu :
a. Penranasan secara langsung.
Sinar
matahari memanasi secara langsung benda atau medium yang akan dipanaskan. Cara
pemanasan langsung ini sudah lama dikenal, misalnya dalam pembuatan ikan kering, menjemur
pakaian, pembuatan garam, dan sebagainya. Dengan cara ini suhu
yang diperoleh tidak akan lebih dad 100°C. Cara yang lebih efektif adalah dengan menggunakan
pengumpul panas yang disebut kolektor. Sinar matahari dikonsentrasikan dengan
kolektor ini pada suatu tempat sehingga diperoleh suhu yang lebih tinggi.
b. Konversi Surya Thermis Elekrris (KSTE).
Dengan
cars ini air dipanaskan, dan panas yang terkandung dalam air itu kemudian dikonversikan
menjadi energi listnk. Prinsipnya KSTE memerlukan sebuah konsentrator optik
untuk pemanfaatan radiasi matahari, suatu sistem pengangkut panas, dan sebuah mesin
untuk pembangkit tenaga listrik.
c. Photovoltik.
Photovoltaik atau solar cells mengkonversikan
sinar matahari menjadi energi listrik secara langsung. Contoh
yang sudah sering kita that adalah penggunaan solar cell pada kalkulator. Energi listrik yang
dihasilkan juga dapat disimpan dalam batere dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Photovoltaik sel ini
menggunakan lapisan-lapisan tipis silikon atau bahan
semikonduktor lain. Sel-sel m i menangkap elektmn ketika sinar matahari ini
mengenai sel dan elektron meninggalkan sel sebagai arus listrik searah. Sampai
sekarang penggunaan photovoltaik sebagai pembangkit listrik masih
tiga kali lebih mahal dibandingkan dengan sumber energi
konvensional.
2. Energi Panas Bumi
Energi
panas Bumi dapat dilihat dalam berbagai bentuk, misalnya benipa mata air papas,
fumorola (uap panas), geyser (semburan air panas). Dan
sulfatora (sumber belerang). Uap air panas dapat langsung dimanfaatkan untuk
memutar turbin uap yang dikaitkan dengan generator pembangkit listrik. Air panas
dapat digunakan untuk pembangkit listrik secara tidak langsung. Air panas digunakan untuk menguapkan amoniak. Gas amoniak
inilah yang digunakan untuk memutar turbin uap yang dikaitkan dengan
generator pembangkit listrik, sehingga akan
didapatkan energi listrik.
3. Energi Angin
Angin terjadi karena
adanya perbedaan suhu antara udara panas dan udara dingin. Di daerah panas, udaranya menjadi panas, mengembang
dan menjadi ringan, naik ke atas dan bergerak kedaerah yang dingin.
Sebaliknya di daerah dingin, udara menjadi dingin dan tunm ke bawah. Dengan demikian terjadi
suatu perputaran udara. Perpindahan udara inilah yang disebut angin.
Sekarang
ini, energi angin hanya memenuhi sebagian kecil saja dad seluruh kebutuhan akan
energi. Dengan demikian kemajuan teknologi, penggunaan energi angin makin
meningkat dan biaya pemakaiannya semakin murah.
Angin
dapat digunakan secara langsung untuk menggerakkan pompa air atau untuk membangkitkan tenaga
listrik. Hal terpenting yang hares diperhatikan dalam pemanfaatan energi angin adalah mencan tempat
yang tepat untuk memasang kincir angin, yaitu di tempat yang "cukup angin" sehingga
pemanfaatannya ekonomis.
4. Energi Air
Air
terjun dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan generator yang dapat menghasilkan listrik, atau listrik tenaga air, yang tidak
menghasilkan polusi udara maupun polusi air dan relatif
tidak. mahal. Problem yang dihadapi dalam pemanfaatan energi air adalah masalah
"dam" atau bendungan yang hares
dibangun untuk menghasilkan "air terjun" yang akan menggerakkan turbin. Meskipun energi air dapat diperbaharui, dam atau
bendungan yang digunakan untuk membangkitkan energi ini
mempunyai masa pakai tertentu, yang disebabkan oleh sedimentasi.
5. Energi Pasang surut
Merupakan energi yang mengandalkan Pasang surut Air Laut
6. Energi Biomasa
Biomasa
adalah bahan organik yang
terkandung dalam tanaman yang
dihasilkan dari proses fotosintesis. Biomasa, terutama dalam bentuk kayu bakar dan limbah pertanian,
adalah sumber
energi tertua yang digunakan
manusia. Di negara berkembang
energi biomasa ini masih banyak digunakan dan dalam beberapa hat
menyebabkan krisis lingkungan.
Pemanfaatan biomasa
untuk keperluan energi dapat dilakukan dengan berbagai
cara. Antara lain, sebagai kayu bakar. Penggunaan kayu bakar akan
lebih ekonomis apabila biomasa
yang digunakan berasal
dari limbah pertanian
atau kehutanan dibandingkan dengan
apabila kita secara khusus
menanarn pohon untuk digunakan
sebagai kayo bakar.
Energi
biomasa dapat pula kita peroleh setelah mengolahnya menjadi arang, atau diproses menjadi benda padat, cair atau gas dengan cars pirolisa,
yaitu suatu proses memanaskan bahan
bake secara bebas udara, sehingga tidak ada oksidasi.
Cara
yang lain untuk pemanfaatan biomasa adalah penggasan. Biomasa dipanaskan
di bawah tekanan, dan
ditambah udara dan uap. Proses
ini menghasilkan suatu gas, yang
kaya akan hidrogen
(H) dan karbon monoksida (CO) yang digunakan
sebagai bahan baku dalam industri kimia.
Dengan proses
fennentasi, biomasa dapat diubah menjadi etanol yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan
bakar. Etanol (C2H5OH) dapat dihasilkan dari bahan
baku biomasa berikut :
a. Bahan
yang mengandung Hidrat arang dalam bentuk
gula,misalnya Cebu dan nipah.
b.
Bahan yang
mengandung Hidrat arang
dalam bentuk zat tepung, misalnya ubi kayo, ubi
jalar, kentang dan sago
jalar, kentang dan sago
c. Bahan-bahan
selulosa yang mengandung Hidrat arang dalam bentuk yang lebih kompleks,
misalnya kayu.
Proses
pembuatan etanol pada dasamya terdiri dari 3 langkah, yaitu :
a.
Konversi Hidrat arang menjadi gula yang dapat dicasrkan dengan air
b.
Fermentasi gala menjadi etanol
c.
Pemisaan etanol dari air dan komponen-komponen lain dengan cars destilasi.
7. Energi Biogas
Bahan-bahan
organik dapat dikonversikan menjadi bahan bakar melalui proses-proses kimia
dengan bantuan organisme dekomposer. Bahan bakar cair utama yang dihasilkan
dari biomasa adalah metanol (methyl alcohol)
dan etanol (ethyl
alcohol). Sedangkan produksi gas yang
utama adalah
bioas, yaitu campuran antara methan dan karbondioksida.
Prinsip
kimia yang melibatkan pembentukan biogas adalah prinsip terjadinya fermentasi pada semua
karbohidrat, lemak dan protein oleh bakteri metan, tanpa adanya udara. Suhu yang baik untuk proses ini adalah antara 30°-55°C.
Komposisi gas yang diperoleh tergantung pads komposisi bahan-bahan yang
dipakai, suhu, dan lama dekomposisi. Pada umumnya komposisi biogas tendin dad :
Tabel
9.1. Komposisi Biogas
Nama Rumus Persentasi
1. Methan CH4 55 - 5695
2. Karbondioksida CO2 36
- 45%
3.' Nitrogen N2 0-3%
4. Hidrogen H2 0-1%
5. Oksigen O2 0-1%
6. Hidrogen
Sulfida H2S 0-1%
Biogas dapat pula
dipemleh dari proses fennentasi tinja. Untuk proses fennentasi ini tidak diperiukan bahan pencampur lain kecuali air.
Tiap 4 bagian tinja ditambah 5 bagian air. Sisa tinja setelah diambil biogasnya, tidak kehiiangan nilai sebagai
pupuk slam. Biogas dan sisa tinja yang akan dipakai sebagai pupuk tidak berbau.
Komentar
Posting Komentar