TEORI RELATIVITAS EINSTEINS
Teori
Relativitas Einstein adalah teori yang sangat terkenal, tetapi sangat sedikit
yang kita pahami.
Konsep teori relativitas
·
Teori relativitas khusus
Einstein-tingkah laku benda yang terlokalisasi dalam kerangka acuan inersia,
umumnya hanya berlaku pada kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya.
·
o
Transforasi Lorentz-persamaan
transformasi yang digunakan untuk menghitung perubahan koordinat benda pada
kasus relativitas khusus.
o
Teori relativitas umum
Einstein-Teori yang lebih luas, dengan memasukkan graviti sebagai fenomena
geometris dalam sistem koordinat ruang dan waktu yang melengkung, juga
dimasukkan kerangka acuan non inersia (misalnya, percepatan).
Prinsip relativitas fundamental.
Apakah
relativitas itu?
Relativitas klasik (yang diperkenalkan pertama kali oleh
Galileo Galilei dan didefinisikan ulang oleh Sir Isaac Newton) mencakup
transformasi sederhana diantara benda yang bergerak dan seorang pengamat pada
kerangka acuan lain yang diam (inersia). Jika kamu berjalan di dalam sebuah kereta
yang bergerak, dan seseorang yang diam diatas tanah (di luar kereta)
memperhatikanmu, kecepatanmu relatif terhadap pengamat adalah total dari
kecepatanmu bergerak relatif terhadap kereta dengan kecepatan kereta relatif
terhadap pengamat. Jika kamu berada dalam kerangka acuan diam, dan kereta (dan
seseorang yang duduk dalam kereta) berada dalam kerangka acuan lain, maka
pengamat adalah orang yang duduk dalam kereta tersebut.
Permasalahan
dengan relatifitas ini terjadi ketika diaplikasikan pada cahaya, pada akhir
1800-an, untuk merambatkan gelombang melalui alam semesta terdapat substansi
yang dikenal dengan eter, yang mempunyai kerangka acuan(sama seperti pada
kereta pada contoh di atas). Eksperimen Michelson-Morley, bagaimanapun juga
telah gagal untuk mendeteksi gerak bumi relatif terhadap eter, dan tak ada
seorangpun yang bisa menjelaskan fenomena ini. Ada sesuatu yang salah dalam
interpretasi klasik dari relatifitas jika diaplikasikan pada cahaya…dan
kemudian muncullah pemahaman baru yang lebih matang setelah Einstein datang
untuk menjelaskan fenomena ini.
Pengenalan tentang relativitas khusus
Pada tahun 1905, albert eintein
mempubilkasikan (bersama dengan makalah lainnya) makalah yang berjudul, “On the
Electrodynamics of Moving Bodies” atau dalam bahasa indonesianya kurang lebih
demikian,”Elektrodinamika benda bergerak” dalam jurnal Annalen der physik. Makalah yang menyajikan teori
relativitas khusus, berdasarkan dua postulat utama:
Postulat
Einstein
Prinsip
relativtas (pestulat pertama): Hukum-hukum fisika adalah sma
untuk setiap kerangka acuan/semua hukum
fisika yang berlaku di bumi, berlaku juga di seluruh jagad raya
Prinsip
kekonstanan kecepatan cahaya (postulat kedua): Cahaya dapat merambat dalam vakum/
hampa udara (misalnya, ruang vakum, atau “ruang bebas”), kecepatan cahaya
dinotasikan dengan c, yang konstan
terhadap gerak benda yang meiliki radiasi.
Efek dari Relativitas Khusus
·
Relativitas khusus menghasilkan
beberapa konsekuensi dari penggunaan transformasi Lorentz pada kecepatan tinggi
(mendekati kecepatan cahaya). Diantaranya adalah :
·
Dilatasi waktu (termasuk “paradok
kembar” yang terkenal)
·
Konstraksi panjang
·
Transformasi kecepatan
·
Efek doppler relativistk
·
Simultanitas dan sinkronisasi waktu
·
Momentum relativistik
·
Energi kinetik relativistik
·
Massa relativistik
·
Energi total relativistik
Hubungan Massa-Energi
Enstein mampu menunjukkan bahwa
terdapat hubungan antara massa dan energi, melalui rumus yang sangat terkenal
E=mc2. Hubungan ini telah dibuktikan dengan peristiwa yang sangat
dramatis di dunia, ketika bom nuklir melepaskan energi dari massa di Hiroshima
dan Nagasaki pada akhir perang dunia kedua.
Komentar
Posting Komentar